Tahun 2026 menjadi titik penting bagi industri smartphone global, termasuk di Indonesia. Starjepang Salah satu berita mengejutkan datang dari ASUS, di mana perusahaan secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan keluar dari bisnis ponsel dan tidak lagi meluncurkan model baru di lini Zenfone maupun ROG Phone sepanjang tahun ini. Bagi penggemar setia, keputusan ini terasa berat, karena kedua seri tersebut telah menjadi bagian penting dari ekosistem Android selama lebih dari satu dekade.
Zenfone dikenal sebagai seri yang menggabungkan performa solid dengan harga kompetitif, sementara ROG Phone menjadi idola bagi gamer mobile berkat fitur dan performa ekstremnya. Kepergian ASUS dari pasar ponsel otomatis meninggalkan kekosongan, khususnya di segmen menengah dan gaming.
Sejarah Ringkas Zenfone dan ROG Phone
Zenfone pertama kali diluncurkan dengan tujuan memberi pilihan smartphone berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Seri ini berkembang pesat dan mencatat banyak penggemar, terutama di pasar Asia. Model-model seperti Zenfone 5, Zenfone 6, dan Zenfone 8 dipuji karena keseimbangan antara performa, kamera, dan desain.
Sementara ROG Phone, yang merupakan singkatan dari Republic of Gamers Phone, mengusung filosofi berbeda: fokus pada gamer mobile. Dengan sistem pendingin canggih, refresh rate layar tinggi, aksesoris permainan, dan performa gaming kelas atas, ROG Phone menjadi favorit di kalangan penggemar esports dan gamer berat.
Kedua lini ini sempat menjadi bintang dalam portofolio ASUS dan menunjukkan kekuatan inovasi perusahaan di pasar smartphone.
Alasan ASUS Mengundurkan Diri dari Pasar Smartphone
Keputusan ASUS untuk pamit dari bisnis ponsel didasari oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan:
Persaingan Ketat di Pasar Global
Persaingan di ranah Android semakin sengit dengan hadirnya banyak merek yang agresif menawarkan fitur unggulan dengan harga yang kompetitif. Xiaomi, Samsung, OPPO, vivo, dan brand besar lainnya terus memperbarui lini produk mereka setiap tahun. ASUS harus bekerja keras untuk mempertahankan pangsa pasar yang terus tergerus.
Fokus Ulang Strategi Bisnis
ASUS kini memilih memfokuskan sumber daya dan investasinya pada lini produk lainnya, termasuk laptop, PC, server, serta solusi AIoT dan sistem komputasi untuk ekosistem lebih luas. Dengan menutup divisi ponsel, perusahaan berharap dapat menguatkan core-business yang lebih menguntungkan.
Tantangan Profitabilitas
Meski ASUS memiliki basis pengguna setia, margin keuntungan dari smartphone terbilang tipis dibanding sektor lain. Struktur biaya produksi smartphone kelas premium dan kebutuhan riset yang tinggi membuat tekanan profit semakin berat.
Keputusan ini tentu berdampak langsung pada pengguna dan komunitas. Banyak pemilik Zenfone atau ROG Phone yang merasa kehilangan pilihan inovatif di pasar Android. Komunitas fanbase pun menyayangkan keputusan ini, terutama mereka yang mengikuti seri ROG secara khusus karena fitur-fitur gaming yang unik.
Selain itu, hadirnya ponsel flagship ASUS setiap tahun memacu persaingan dan mendorong inovasi dari brand lain. Tanpa ASUS, persaingan di segmen menengah dan gaming mobile mungkin akan berubah dinamika persaingannya.
Apakah ASUS Benar-Benar Hanya Vakum?
Meskipun ASUS menyatakan tidak akan merilis Zenfone atau ROG Phone pada 2026, banyak pengamat industri berspekulasi bahwa ini bukan “selamat tinggal” permanen, melainkan vakum sementara. Perusahaan mungkin sedang melakukan restrukturisasi internal dan menyiapkan konsep smartphone baru yang lebih relevan dengan tren teknologi masa depan seperti AI on-device, integrasi perangkat, atau ekosistem gaming lebih luas.
Namun hingga saat ini, ASUS belum memberikan kepastian kapan atau apakah mereka akan kembali ke pasar smartphone di masa depan.
Pamitnya ASUS dari bisnis ponsel pada 2026 menandai berakhirnya era Zenfone dan ROG Phone yang legendaris. Keputusan ini menjadi indikator perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi tekanan industri yang ketat. Bagi penggemar setia, tentu ini menjadi momen penuh nostalgia sekaligus harapan akan inovasi baru di masa depan, meskipun bukan dalam bentuk smartphone seperti yang pernah kita kenal.

0 Komentar